Pelayanan Poli : Senin - Jumat : 08.00 - 20.00, Sabtu : 08.00 - 12.00, IGD 24 Jam : (0232) 890 5555

info@rspermatakuningan.com

(0232) 890 5556, 890 5557

Kesehatan

Mengenal Obat Asam Urat, Allopurinol

Kesehatan 5 bulan yang lalu, Oleh : marketing

Asam urat atau hiperurisemia merupakan salah satu bentuk artritis inflamasi yang diakibatkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah. Hal ini biasanya memicu nyeri sendi, kesemutan, pembengkakan, dan bahkan dapat menjadi pencetus batu ginjal.

Pola hidup yang tidak sehat, menjadi faktor utama seseorang dapat terkena oleh penyakit asam urat ini. Asupan makanan yang serampangan dengan aktivitas fisik yang minim menyebabkan asam urat ikut melonjak di dalam darah.

Selain dengan pengelolaan gaya hidup sehat, asam urat dalam darah juga dapat dikurangi dengan bantuan obat loh Kawan Permata, yup, Allopurinol. Mungkin obat ini sudah tidak asing lagi bagi Kawan Permata, meski begitu obat ini termasuk ke dalam golongan obat resep ya Kawan Permata.

Tanpa perlu Panjang lebar lagi, Yuk! Simak penjelasan lengkapnya mengenai obat asam urat yang satu ini,

Apa itu Allopurinol?

Allopurinol merupakan obat yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah dan merupakan kategori obat penghambat xanthine-oxidase. Selain dapat membantu menurunkan kadar asam urat, obat ini juga mampu mencegah sindrom lisis tumor dan nefrolitiasis kalsium pada pasien hiperurikosuria.

Obat ini memang mudah untuk diperoleh di apotik-apotik sekitar kita, tetapi perlu dipahami bahwa Allopurinol merupakan obat keras dimana dalam pemakaiannya memerlukan peresepan, arahan atau anjuran dokter. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu terkait kesehatan anda sebelum menggunakan Allopurinol ataupun obat resep lainnya.

Kategori Obat Penghambat Xanthine-oxidase
Golongan Obat Keras
Kegunaan Mengontrol dan Menurunkan Kadar Asam Urat dalam Darah
Dikonsumsi oleh  Dewasa dan Anak-anak
Penggunaan Allopurinol pada Ibu Hamil Studi pada binatang memperlihatkan adanya efek samping pada janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Bentuk Obat Tablet

Cara Kerja Allopurinol

Allopurinol bekerja dengan mengurangi kadar asam urat yang diproduksi sel tubuh. Obat ini dapat membantu mencegah terbentuknya kristal asam urat pada persendian yang menyebabkan rasa nyeri dan pembengkakan pada sendi.

Allopurinol juga sering kali digunakan untuk mendukung beberapa pengobatan kanker. Pengobatan tersebut membunuh sel kanker, tetapi asam urat kemudian dilepaskan dari sel-sel tersebut. Kadar asam urat yang tinggi bisa menjadi kristal yang merusak ginjal.

Selain itu, obat ini juga dapat membantu mengobati batu ginjal karena produk limbah dalam darah seperti asam urat yang berbentuk kristal pada ginjal bisa terkontrol.

Dilansir Drugs.com, cara kerja Allopurinol dapat dilihat dari tiga hal:

  1. Allopurinol dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia, batu ginjal, dan mereka yang sedang menerima kemoterapi tertentu
  2. Allopurinol dapat mengurangi kadar asam urat dalam darah dengan menghambat xanthine oxidase
  3. Kadar puncak Allopurinol tercapai dalam 1,5 jam dan 4,5 jam untuk metabolit aktifnya

Efek Samping Allopurinol

Sebagaimana obat pada umumnya, terdapat efek samping yang ditimbulkan setelah mengonsumsi Allopurinol dan biasanya efeknya pun berbeda-beda pada sebagian orang. Efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi Allopurinol ialah:

  1. Nyeri pergelangan kaki, lutut, atau sendi jempol kaki
  2. Kekakuan atau pembengkakan sendi
  3. Ruam
  4. Ruam dengan lesi datar atau lesi kecil yang menonjol pada kulit

Namun, terdapat beberapa efek samping serius pada sebagian orang setelah mengonsumsi Allopurinol, seperti:

  1. Agitasi
  2. Bau napas seperti ammonia
  3. Kecemasan atau depresi
  4. Gusi berdarah
  5. Kulit melepuh, mengelupas, atau mengendur
  6. Darah dalam urin atau tinja
  7. Hidung berdarah
  8. Tinja berdarah atau hitam
  9. Kulit biru atau pucat
  10. Memar atau perubahan warna kulit
  11. Nyeri dada, sesak, atau ketidaknyamanan
  12. Nyeri dada, mungkin berpindah ke lengan kiri, leher, atau bahu
  13. Panas dingin
  14. Urin keruh atau urin berwarna gelap
  15. Kebingungan
  16. Sembelit
  17. Batuk atau bahkan batuk berdarah
  18. Retakan pada kulit
  19. Pusing atau sakit kepala
  20. Kantuk
  21. Diare
  22. Demam
  23. Muntah dan pada sebagian muntah darah
  24. Penurunan kesadaran

Selain efek samping serius seperti di atas, ada beberapa efek samping yang sangat jarang terjadi setelah mengonsumsi Allopurinol, diantaranya:

  1. Kebutaan
  2. Penglihatan kabur
  3. Rasa terbakar di dada atau perut
  4. Gangguan pendengaran
  5. Masalah memori
  6. Penurunan berat badan

Meski begitu, penggunaan Allopurinol terbilang cukup aman apabila sebelum mengonsumsi, Kawan Permata berkonsultasi dengan dokter.

Aturan Pakai Allopurinol

Penggunaan dosis Allopurinol berbeda pada setiap pasiennya, dokter akan memberikan penyesuaian resep pada pasien dengan kategori tertentu,

  1. Penderita Asam Urat/Hiperurisemia
    • Dewasa: awalnya penggunaan harian Allopurinol dimulai dari 100 – 300 mg/hari diminum sehari sekali atau dengan dosis terbagi, tergantung dengan hasil pemeriksaan dan pengamatan dokter. Dosis obat dapat menyesuaikan kebutuhan sesuai observasi dokter, biasanya tidak lebih dari 800 mg/hari
    • Anak-anak: penggunaannya harus sesuai dengan arah dokter
  2. Penderita Asam Urat akibat pengobatan kanker:
    • Dewasa dan anak-anak usia 11 tahun keatas biasanya diresepkan dokter dengan dosis 300-800 mg/hari
    • Anak-anak: diberi dosis pada luas permukaan tubuh (BSA) dan harus ditentukan oleh dokter. Biasanya di kisaran 100 mg/m2 setiap 8-12 jam. Biasanya dokter melakukan analisis terlebih dahulu pada kondisi pasien dan pemberian obat tidak lebih dari 800 mg/hari
  3. Penderita Batu Ginjal
    • Dewasa: Pemberian dosis pada penderita batu ginjal dewasa di kisaran 200-300 mg/hari diminum sehari sekali atau dengan dosis terbagi. Pemberian dosis harian tidak lebih dari 800 mg/hari
    • Anak-anak: Penggunaan dan pemberian resep obat berdasarkan observasi dokter

Interaksi Obat

Sebagaimana obat lainnya, terdapat obat-obatan yang berinteraksi dengan Allopurinol dapat menyebabkan penurunan efek obat, lama kerja obat, peningkatan efek samping, atau mengurangi efektivitas obat. Obat-obat umum yang dapat berinteraksi dengan Allopurinol, meliputi:

  1. Penghambat ACE, seperti benazepril, kaptopril, atau fosinopril
  2. Antasida, seperti yang mengandung almunium
  3. Antibiotik, seperti amoksilin
  4. Antikoagulan, seperti warfarin
  5. Antikonvulsan, seperti fenitoin
  6. Obat antivirus, seperti didanosine atau entecavir
  7. Azatioprin
  8. Perawatan kemoterapi, seperti siklofosfamid atau merkaptopurin
  9. Siklosporin
  10. Diuretik, seperti Hidroklorotiazide
  11. Pegloticase
  12. Probenedic
  13. Sucralfate

Perlu dicatat bahwa daftar obat ini tidak mencakup semua obat yang bisa berinteraksi dengan Allopurinol. Oleh karena itu, harap konsultasikan dengan dokter sebelum Kawan Permata mengonsumsi obat tersebut atau disaat dokter meresepkan obat Allopurinol.

Selalu bijak dalam mengonsumsi obat-obatan dan usahakan konsultasikan obat yang hendak diminum dengan dokter, apoteker, maupun tenaga medis.

Source

Spragg, Jane C. J., et.all. (2023). Optimizing adherence to allopurinol for gout: patients' perspectives. British Pharmacological Society Journal. Diakses Juli 22, 2025.

Qurie, Ahmad., et.all. (2023). Allopurinol. StatPearls. Diakses Juli 22, 2025.

Drugs.com. (2023). Diakses Juli 22, 2025 dari https://www.drugs.com/tips/allopurinol-patient-tips

Drugs.com. (2024). Diakses Juli 22, 2025 dari https://www.drugs.com/sfx/allopurinol-side-effects.html

Mayoclinic.com. (no date). Diakses Juli 22, 2025 dari https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/allopurinol-oral-route/description/drg-20075476

Nhs.uk. (2023). Diakses Juli 22, 2025 dari https://www.nhs.uk/medicines/allopurinol/common-questions-about-allopurinol/#:~:text=How%20does%20allopurinol%20work%3F,to%20support%20some%20cancer%20treatments.

 

Disunting Oleh : Farmasi RS Permata Kuningan

Hubungi Kami

Jl. Cut Nyak Dien,Kel. Cijoho,Kec. Kuningan,Kab. Kuningan,Prop. Jawa Barat

info@rspermatakuningan.com

(0232) 890 5556, 890 5557

IGD (0232) 890 5555

Follow Us

© 2020 - 2026 IT RS Permata Kuningan, PT Kuningan Kampung Sehat.
All Rights Reserved.

Designed by HTML Codex
Distributed by ThemeWagon